D3 FISIOTERAPI, D4 FISIOTERAPI DAN PROFESI FISIOTERAPI

http://poltekkes-solo.ac.id/

Senin, 16 Oktober 2017

TEKNIK BARU FISIOTERAPI - MANIPULASI PADA VESTIBULO COCLEAR DAN FACIAL NERVE PADA VERTIGO

MANIPULASI VESTIBULO COCLEAR DAN FACIAL NERVE PADA VERTIGO
(Oleh Heru Purbo Kuntono, M.Kes)





Saraf vestibulocochlear (VIII) adalah saraf sensoris kompleks yang meliputi dua saraf yang berbeda. Saraf ini berhubungan dengan penerimaan suara dan pemeliharaan keseimbangan.
Saraf cochlea, atau saraf auditory, berasal dari organ pendengaran (spiral ganglion of cochlear) dan menghantarkan sensasi suara. Saraf vestibular, atau saraf equilibrium, berasal dari organ equilibrium (vestibular ganglion), dan mengumpulkan pesan-pesan yang menjaga keseimbangan, yang berhubungan dengan jalur penglihatan dan propriosepti. Berasal dari bagian-bagian telinga dalam yang berbeda, kedua saraf ini terpisah tepinya. Selanjutnya keduanya menyatu dan bergerak bersamaan menuju otak, dimana mereka berakhir di ujung yang berbeda.




1 ANATOMI
1.1 ALUR SARAF VESTIBULOCOCHLEAR
Saraf vestibulocochlear berasal dari wilayah di antara pons dan medulla oblongata, dari dua akar, vestibular, dan cochlear, menyatu di belakang saraf wajah (VII) dan di depan inferior cerebellar peduncle.

1.2 HUBUNGAN YANG BERMANFAAT
Di posterior skull
Terletak di antara pons dan medulla, saraf vestibulocochlear menjadi bagian dari kelompok acousticofacial. Kelompok ini terdiri dari saraf wajah, intermediary nerve of Wrisberg, saraf cochlear dan saraf vestibular.  Masing-masing saraf dikelilingi oleh lapisan pia mater sendiri ketika menyilangi cerebellopontine angle.
Kelompok acousticofacial terletak di atas petro-occipital fissure, inferior petrosal sinus dan permukaan posterior dari bagian petrosal pada temporal bone. Jalurnya mulai dari persimpangan pontomedullar sampai internal acoustic meatus, saraf ini memanjang ke arah lateral, sedikit anterior dan cephalad.


TEKNIK :
1.Traction-Listening
Teknik
Dengan tangan di samping telinga yang berlawanan dengan sisi manipulasi, letakkan jempol di sphenoid dan jari-jari lain di bawah occiput. Di sisi yang diterapi, pegang telinga di antara jempol Anda di satu sisi dan jari telunjuk serta jari tengah di sisi yang lain.
Step 1
Untuk membuka sphenobasilar junction di sisi yang Anda terapi, dekatkan jempol Anda (di sphenoid) dan jari-jari (di occiput) di sisi yang berlawanan. Lakukan dengan halus agar tidak mengganggu daerah pelipis, yang sangat sensitif.
Step 2
Pelan-pelan pegangi tragus, berikan traksi ringan di telinga dan bagian posterior dimana ia menyatu dengan tengkorak kepala. Tarik telinga ke samping, sedikit ke arah cranial dan anterior. Traksi pada telinga (tragus) dijauhkan dari ujung mastoid telinga yang berlawanan.
Step 3
Jika Anda melihat intracranial tissue tegang, jangan tingkatkan traksi. Temporal bone akan oscillasi dengan sendirinya di sekitar pusat ketegangan yang dihasilkan oleh vestibulocochlear nerve dan labyrinth.
Lakukan induksi pada beberapa gerakan yang muncul sampai suatu titik equilibrium dicapai. Kemudian pelan-pelan tingkatkan traksi dua atau tiga kali, mengikuti axis saraf, yang bisa diterima dengan jelas. Setelah itu, lepaskan telinga dan biarkan spheno-occipital kembali ke posisi netral.
Catatan: Teknik ini menarik, tidak hanya karena efeknya pada saraf vestibulocochlear, tetapi juga karena pengaruhnya terhadap internal acoustic artery (labyrinthine) yang mengikutinya.
Vaskularisasi pada labyrinth bersifat terminal, artinya bahwa telinga dalam sangat sensitif terhadap ischemia, maupun tekanan yang rendah dan gangguan sirkulasi darah. Teknik ini juga meningkatkan perfusi vestibula dan cochlea.
2. Globalisasi
Secara umum, treatment saraf vestibulocochlear dikombinasikan dengan teknik pada saraf wajah:
• Pada jalur intrapetrous
• Pada posterior auricular nerve
• Pada external acoustic meatus
3 Titik-titik kunci untuk mekanisme craniosacral
Untuk membuat treatment Anda lebih menyeluruh efeknya, selalu lakukan evaluasi terhadap mekanisme craniosacral dan elemen-elemen mekanisme respiratori utama, khususnya di area-area berikut ini:
• Dura mater (posterior cerebral fossa, tentorium cerebelli)
• Temporal: petrous pyramid, internal acoustic meatus
• Occipito-temporal suture
• Auditory tube (Eustachian)
4 Indikasi
Indikasi untuk manipulasi vestibulocochlear nerve adalah sebagai berikut:
• Vertigo, Meniere’s disease, disequilibrium. Poin-poin berikut ini penting untuk equilibrium yang baik:
- Gradiasi tekanan yang tepat pada inner ear fluid
- Integritas locoregional dan central nervous system, terutama koneksi vestibular nerves dengan cerebellum
- Tengkorak kepala bebas dari osteo-sutural dan membranous fixation
- Saraf wajah, intermediary nerve of Wrisberg dan saraf vestibulocochlear nerve bebas dari tekanan
- Tekanan perfusi yang baik pada internal acoustic artery
• Gerakan yang menyakitkan
• Hypoacusis
• Permasalahan propriocepti
• Recurrent postural imbalance
• Recurrent cervical pain.
Setelah manipulasi dapat dilanjutakan dengan teknik brand daroff terutama pada vertigo jenis BPPV.


Makalah dan informasi lebih lengkap dapat menghubungi Bapak Heru Purbo
di Kampus 2 Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

VISI POLTEKKES

VISI Politeknik Kementerian Kesehatan Surakarta ”Menjadi Institusi Pendidikan Tinggi yang unggul, kompetitif dan bertaraf Internasional pada tahun 2035”

MISI POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA

MISI : 1)Menyelenggarakan program pendidikan tinggi kesehatan yang unggul dan kompetitif sebagai centre of excellent;2) Menyelenggarakan penelitian yang mendukung program pendidikan;3)Menyelenggarakan pengabdian masyarakat dengan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan berbasis bukti ilmiah;4)Menyelenggarakan tata kelola penyelenggaraan pendidikan yang akuntabel dengan jaminan mutu;5)Mengembangkan kemitraan dengan berbagai sektor baik nasional maupun internasional; 6) Menyelenggarakan diversifikasi usaha dan kewirausahaan.

FISIOTERAPI POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA

Cari